Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Redaksi Investigasi
Kamis, 05 Maret 2026, Maret 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-05T09:01:45Z
Badan Gizi Nasional.Bupati LumajangDesa Labruk LorKeluhan WargaLimbah DapurLimbah MBGLumajangPencemaran Sumur WargaProgram Makan Bergizi GratisSPPG Lumajang

Diduga Cemari Sumur Warga, Limbah MBG di Lumajang Jadi Sorotan, Bupati Turun Tangan.


 Lumajang, investigasi.info -

Warga di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan air dari sumur mereka yang kini keruh dan berbau.

 Mereka meyakini, kondisi ini terjadi akibat pencemaran dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.  

Vivi, warga Labruk Lor, mengatakan, air sumur di rumahnya menjadi keruh dan berbau sejak ada SPPG di belakang rumahnya. 

"Limbahnya itu meresap ke sumur bor saya, sehingga sumur bor saya itu tercemar berbau dan warnanya sudah berubah hitam," kata Vivi di Lumajang, Kamis (5/3/2026).

Vivi mengaku, sejak 2016 menempati rumahnya, ia tidak pernah terkendala masalah air bersih.

Namun, satu bulan belakangan, beberapa kali ia harus merasakan air sumurnya tercemar. "Pertama IPALnya di belakang rumah saya persis jadi lebih dekat ke sumur saya," sebut dia. 

Vivi menerangkan, selama satu bulan terakhir saat sumurnya tercemar, ia terpaksa meminta air ke tetangga yang tidak terdampak pencemaran. 

"Saya minta air ke rumah di depan, karena yang terdampak hanya rumah saya dan sebelahnya," kata dia.

Vivi menyebut, pihaknya beberapa kali telah mengeluh langsung ke pengelola SPPG. Namun, pihak SPPG disebutnya tidak pernah menggubris keluhan warga. "Memang saya keluhkan ke pengelola SPPG tapi mereka tidak menghiraukan," ujar dia.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, pihak SPPG sebenarnya telah meminta tanda tangan persetujuan warga atas didirikannya dapur MBG di perumahan tersebut.

Namun, menurut warga, yang dimintai persetujuan justru warga yang lokasi rumahnya jauh dari SPPG. 

Kepala SPPG Yayasan Oda Masa Depan Utama Rangga Adi Caksana tidak menghiraukan pertanyaan Kompas.com usai sidak yang dilakukan Bupati Lumajang.

Bupati turun tangan


Sementara, Bupati Lumajang Indah Amperawati menutup sementara, operasional SPPG di Desa Labruk Kidul tersebut.

Bupati Indah mengatakan, alasan penutupan SPPG lantaran banyak keluhan warga yang masuk ke Pemkab Lumajang terkait limbah yang dihasilkan dapur setiap hari.

Setelah dicek, ditemukan bahwa pengolahan limbah di dapur tersebut tidak sesuai standar.

Indah menyebut, SPPG akan ditutup operasionalnya mulai Senin (9/3/2026). 

Sambil lalu, Indah juga akan mengirim laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kondisi dapur dan alasan dilakukan penutupan sementara. "Penutupan sampai instalasinya air limbahnya diperbaiki sesuai standar," tegas dia.

Sumber : Kompas.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar