Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Sabtu, 20 Desember 2025, Desember 20, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-19T22:45:16Z
300 kepemimpinan Vickner sinaga/wshyu daniel sagala

300 Hari Kerja Bupati Dairi: Jejak Kepemimpinan Vickner Sinaga–Wahyu Daniel Sagala Menggerakkan Harapan Rakyat

 


300 Hari Kerja Bupati Dairi: Jejak Kepemimpinan Vickner Sinaga–Wahyu Daniel Sagala Menggerakkan Harapan Rakyat




Oleh :clara trimahdany siahaan


Dairi/investigasi.info

Tiga ratus hari memang bukan rentang waktu yang panjang dalam perjalanan sejarah pemerintahan. Namun bagi Kabupaten Dairi, 300 hari masa kerja Bupati Ir. Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala telah menjadi fase awal yang menentukan, menandai hadirnya perubahan nyata yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Dalam waktu yang relatif singkat, kami sebagai warga sudah merasakan dampaknya. Pemerintah sekarang lebih hadir dan lebih responsif,” ujar Rudi Siahaan, warga Sidikalang, usai mengikuti salah satu kegiatan pelayanan publik.


Sejak awal kepemimpinan, Bupati Vickner Sinaga menampilkan pendekatan yang berbeda. Ia tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi berupaya menghadirkan solusi-solusi kontekstual yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Semangat Jatagena—yang berakar pada nilai gotong royong dan kebersamaan—dijadikan fondasi dalam menggerakkan roda pembangunan di Tanoh Dairi.


“Gotong royong itu benar-benar terasa. Pemerintah tidak berjalan sendiri, tetapi mengajak masyarakat menjadi bagian dari proses pembangunan,” ungkap boru Berutu, tokoh perempuan dari Kecamatan Sitinjo. Menurutnya, pola kepemimpinan seperti ini membuat masyarakat merasa dihargai, dilibatkan, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap program-program pemerintah.


Di bidang sosial, berbagai bantuan digulirkan secara lebih inklusif dan berkeadilan, tidak hanya menyasar masyarakat miskin, tetapi juga kelompok disabilitas dan warga rentan lainnya. “Dulu kami sering terabaikan. Sekarang bantuan itu nyata dan tepat sasaran,” tutur Jhon Manik, penyandang disabilitas penerima bantuan sosial.


Sementara di sektor ekonomi, penguatan UMKM mendapat perhatian serius sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Pendekatan yang dilakukan bukan sebatas janji, tetapi melalui pendampingan dan keberpihakan kebijakan. “Kami pelaku UMKM merasa benar-benar didorong. Ada perhatian nyata,” kata Sari Lumbantoruan, pelaku usaha kuliner lokal.


Salah satu capaian strategis yang paling dirasakan langsung masyarakat adalah terwujudnya Universal Health Coverage (UHC). Melalui kebijakan ini, masyarakat Dairi kini memperoleh jaminan layanan kesehatan tanpa dibebani biaya. “Sekarang kalau sakit, kami tidak lagi takut soal biaya. Ini sangat menenangkan,” ujar Maria Sinaga, warga yang baru saja menjalani perawatan kesehatan.


Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dairi juga tercermin dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Dairi, 1 Oktober lalu. Dalam waktu relatif singkat—hanya delapan hari—Pusat Kegiatan Layanan Umum (PKLU) berhasil dibangun dan diresmikan sebagai “hadiah ulang tahun” bagi masyarakat Dairi. Langkah cepat ini dinilai sebagai bukti kepemimpinan yang berorientasi hasil.Kalau pemimpin punya kemauan dan keberanian, pasti bisa.


Meski demikian, masyarakat tetap menyimpan harapan dan catatan ke depan. Salah satunya terkait kebutuhan solusi jangka panjang untuk menjamin kelancaran aktivitas ekonomi, terutama saat terjadi situasi darurat nasional, seperti gangguan distribusi BBM yang sempat berlangsung selama delapan hari dan berdampak pada pelaku usaha.


Dengan fondasi kerja yang telah dibangun dalam 300 hari pertama, masyarakat Dairi berharap kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala terus melaju secara konsisten, menghadirkan solusi berkelanjutan, serta menjaga keberpihakan pada kepentingan rakyat. “Kalau awalnya sudah seperti ini, kami optimistis Dairi akan semakin maju,” ujar seorang warga.


Bagi masyarakat Batak—termasuk Batak Pakpak di Tanoh Dairi—kepemimpinan bukan semata soal kuasa administratif, melainkan tugas adat dan panggilan moral. Ia harus dijalankan marhite hamoraon, hagabeon, dohot hasangapon: pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan, keberlanjutan hidup, serta kehormatan daerah yang dijaga dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai ini hidup dalam falsafah Pakpak yang menjunjung kebersahajaan, kejujuran, marsiadapari, dan gotong royong sebagai dasar kehidupan bersama.


Sebagai“Pemimpin   yang takut akan Tuhan, setia pada janji, dan mau melayani tanpa membeda-bedakan,”  Dari sanalah harapan masyarakat bertumbuh, agar setiap kebijakan dan langkah pemerintahan selalu berangkat dari hati nurani, berpihak pada rakyat kecil, serta berpijak pada kearifan lokal Tanoh Dairi.


Dengan semangat marsiadapari dan nilai kebersamaan adat Pakpak, disertai doa yang terus dipanjatkan, masyarakat Dairi berharap kepemimpinan Bupati Ir. Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala senantiasa berada dalam tuntunan Tuhan Yang Maha Esa. Sebab bagi orang Batak dan Pakpak, kerja yang tulus adalah ibadah, dan kepemimpinan yang melayani akan meninggalkan tanda ni pasu-pasu—jejak berkat dan kebaikan yang kelak dikenang oleh generasi penerus di Tanoh Dairi


Dairi dengan letakDataran tinggi dengan ketinggian 700-1250 mdpl, berudara sejuk, dan berperan sebagai penyangga ekosistem Danau Toba.

Wilayah: Terdiri dari 15 kecamatan, 8 kelurahan, dan 161 desa Ekonomi & Sumber Daya

Pertanian: Komoditas utama seperti Kopi Robusta & Arabika, jagung, kentang, nilam, kemenyan, sayur-mayur, dan buah-buahan Terong Belanda, Markisa.

Pertanian menjadi tulang punggung, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. 


Budaya & Pariwisata

Penduduk Asli: Suku Batak Pakpak; nama "Dairi" berasal dari salah satu marga suku ini.

Taman Wisata Iman (TWI): Destinasi religi ikonik yang menampilkan tempat ibadah berbagai agama berdampingan, simbol kerukunan agama,yang kita ketahui ini butuh polesan  untuk menjaga keaslian nya,juga menghargai karya buoativtrrdahulu MP Tumangger


Kuliner: Terkenal dengan Ginaru Ncor (kolak khas suku Pakpak), serta durian musiman yang khas. 

Itu semua butuh gebrakan dari bapak berdua agar hasil pertanian,kopi, Durian Dairi dapat menembus pasar internasional.




Oleh:Clara trimahdany siahaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar