![]() |
| Yang Terhormat Ratu Wangsa di Birmingham, Inggris, saat salju tebal menutupi kendaraan dan menyulitkan perjalanan. |
Singapura - investigasi. Info Kabar yang selama ini dinantikan akhirnya terkonfirmasi. Ratu Wangsa dilaporkan telah selamat tiba di Singapura pada malam hari, setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber terpercaya dari lingkaran terdekat beliau.
Perjalanan ini disebut menguras energi, baik secara fisik maupun emosional. Meski berada dalam kondisi aman dan stabil, Ratu Wangsa disarankan untuk beristirahat penuh sebelum kembali menjalankan aktivitas. Pihak terdekat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh spekulasi yang beredar.
“Beliau selamat sampai tujuan tadi malam. Kondisi stabil, hanya kelelahan akibat perjalanan panjang. Fokus utama saat ini adalah pemulihan,” ujar sumber tersebut.
Kabar baiknya, Ratu Wangsa disebut akan kembali ke Batam dalam waktu dekat, sesuai agenda yang telah disusun sebelumnya, guna melanjutkan sejumlah pekerjaan dan kegiatan penting.
BATAM MENUNGGU, RINDU MEMUNCAK
Di Batam, kabar keselamatan ini disambut dengan rasa lega bercampur haru. Masyarakat mengaku tenang, namun kerinduan mendalam tak mampu mereka sembunyikan. Banyak yang menyebut, Batam seolah kehilangan denyutnya selama Ratu Wangsa belum kembali.
Suasana paling menggetarkan datang dari anak-anak pesantren. Sejak kepergian Bunda Ratu, air mata kerinduan disebut tak pernah benar-benar kering. Setiap malam, doa-doa terus dipanjatkan agar beliau diberi kesehatan, kekuatan, dan segera pulang.
“Doa kami tidak pernah putus. Setiap malam kami kirimkan agar Bunda Ratu lekas kembali,” ujar salah satu anak pesantren.
TAHUN 2026 TANPA BUNDA RATU
Kesedihan kian terasa karena Tahun 2026 tidak dapat dirayakan bersama Ratu Wangsa, berbeda dengan Tahun 2025 lalu, ketika beliau hadir dan merayakan kebersamaan secara langsung. Kenangan itulah yang kini menjadi penguat sekaligus penawar rindu.
Beberapa anak mengaku menyambut pergantian tahun dengan perasaan tidak utuh tanpa kehadiran sosok yang selama ini mereka panggil Bunda.
“Tidak seperti tahun lalu… kami ingin Bunda ada bersama kami lagi,” tutur mereka lirih.
RINDU YANG DIUBAH MENJADI HARAPAN
Namun rindu itu tidak dibiarkan menjadi kesedihan semata. Anak-anak pesantren dikabarkan berencana menggelar perayaan Tahun Baru yang tertunda (belated New Year celebration) setelah Ratu Wangsa kembali ke Batam.
Perayaan tersebut bukan sekadar pesta, melainkan simbol cinta, kesetiaan, dan penantian.
PESAN BATAM UNTUK RATU WANGSA
Dari Batam, satu pesan disampaikan dengan suara yang sama:
Beristirahatlah.
Pulihlah sepenuhnya.
Kami menunggu bukan dengan tuntutan,
melainkan dengan doa dan kesabaran.
Batam menunggu kepulangan Ratu Wangsa.
Anak-anak menunggu dengan air mata dan harapan.
Dan doa-doa terus mengalir, tanpa jeda.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar