Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Kamis, 15 Januari 2026, Januari 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-15T06:47:21Z

BPBD Majene Fokus Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

BPBD Majene Fokus Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Majene- Investigasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut disampaikan Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Majene, Mas’ud, ST, MT, yang menjelaskan bahwa sejak 31 Desember 2025 dirinya dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris BPBD, menggantikan pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Majene.

Mas’ud mengungkapkan, BPBD Majene saat ini memfokuskan upaya pada kesiapsiagaan menghadapi bencana cuaca ekstrem dan hidrometeorologi, seperti angin kencang, gelombang tinggi, abrasi pantai, banjir, dan longsor, sebagaimana peringatan dari BMKG.

“Sejak 20 November hingga 31 Desember lalu, kami telah membuka posko siaga darurat bencana selama kurang lebih 42 hari. Masa siaga ini kemudian diperpanjang kembali selama 30 hari ke depan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Mas’ud.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Dalam Negeri, serta Surat Keputusan Gubernur terkait 

kesiapsiagaan bencana cuaca ekstrem yang kemudian ditindaklanjuti dengan penerbitan SK Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan Cuaca Ekstrem BPBD Majene.Selama masa siaga, BPBD Majene telah menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk merespons kejadian bencana. Beberapa peristiwa telah terjadi, di antaranya atap UPTD penyuluh KB yang terangkat akibat angin kencang, kerusakan rumah warga di wilayah Cendana, serta 

kerusakan tanggul di sejumlah titik.
Selain itu, pada 26 Desember 2025, BPBD Majene juga melakukan kunjungan lapangan ke permukiman transmigrasi di wilayah Salabutung yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan 
segera.

“Kami berupaya mengajukan bantuan pendanaan, baik melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) daerah maupun Dana Siap Pakai (DSP) BNPB pusat, mengingat kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas,” jelasnya.
Terkait sumber daya, Mas’ud menyampaikan bahwa personel BPBD Majene dalam kondisi siap, ditunjang dengan pengangkatan pegawai PPPK yang cukup membantu operasional lapangan. Meski peralatan dinilai cukup, pihaknya masih membutuhkan tambahan sarana mengingat BPBD Majene memastikan tugas 

penanggulangan bencana termasuk pemadam kebakaran dan penyelamatan, yang di daerah lain berdiri terpisah.Dalam penanganan pascagempa, BPBD Majene telah merehabilitasi 3463 rumah warga pada tahap I dan Untuk tahap II, masih terdapat 4.089 rumah yang belum tertangani dan telah diusulkan ke BNPB untuk mendapatkan bantuan lanjutan.

“Fokus kami saat ini adalah penanganan pascagempa, kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, serta perlindungan masyarakat dari dampak cuaca ekstrem,” pungkas Mas’ud.

Reporter",(Kul indah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar