Nurlinda Angkat: Penanaman 5.000 Pohon di Desa Karing Upaya Nyata Pemulihan Ekosistem dan Pemberdayaan Petani
Dairi /investigasi.info
Penanaman 5.000 pohon produktif di Dusun VII Pulau Gajah, Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Rabu (14/1/2026), menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Dairi Rita Puspita Situmorang, Anggota DPRD Kabupaten Dairi Nurlinda Angkat, SE, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, para camat Dapil II dan III, pimpinan OPD terkait, serta kelompok tani dan masyarakat Desa Karing.
Anggota DPRD Kabupaten Dairi Nurlinda Angkat, SE menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini memiliki makna personal sekaligus strategis, mengingat Pulau Gajah merupakan kampung halamannya.
“Pulau Gajah adalah kampung saya. Orang tua dan leluhur saya lahir serta dimakamkan di sini. Saya ingin menunjukkan bahwa saya tumbuh dan berkembang dari kampung ini, dan saya berkomitmen memperjuangkan agar Pulau Gajah kembali hidup dan berkembang,” ujar Nurlinda.
Ia menegaskan bahwa penghijauan ini tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui tanaman produktif seperti alpukat, durian, kemiri, dan aren (nira) yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Menurutnya, dari total 5.000 bibit yang ditanam, sebanyak 2.500 bibit berasal dari Jaringan Peduli Petani Marjinal Sumatera Utara, sementara 2.500 bibit lainnya disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Dairi, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak ekologis yang signifikan.
Nurlinda juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung aktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Hingga saat ini, pembukaan akses jalan pertanian di wilayah Pulau Gajah baru mencapai sekitar 800 meter, dan masih membutuhkan perhatian serta dukungan berkelanjutan.
“Saya sangat terenyuh melihat kehadiran Bapak Bupati Dairi yang bersedia datang ke kampung ini meski dengan kondisi jalan yang masih terbatas. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berjuang bersama,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi Erikson Panggabean menyampaikan bahwa penanaman pohon produktif merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana, terutama untuk mengurangi risiko banjir dan longsor melalui perbaikan tutupan vegetasi dan stabilitas tanah.
Direktur Eksekutif Jaringan Peduli Petani Marjinal Sumatera Utara Hamdannor Manik menegaskan bahwa penghijauan ini difokuskan pada wilayah daerah aliran sungai (DAS) dan kawasan konservasi guna menjaga keseimbangan ekosistem air serta keberlanjutan lingkungan hidup.
“Pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Selama Pemerintah Kabupaten Dairi menggandeng masyarakat dan jaringan marjinal, kami siap memberikan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Nurlinda Angkat berharap Desa Karing, khususnya Dusun Pulau Gajah, dapat menjadi contoh pembangunan berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan ekologis, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Dairi.
Acara berjalan sukses, sesuai adat dan budaya bupati dan forkopimda serta direktur Marjinal diberi makan ayam naniatur serta di ulosi sebagai bentuk penghormatan,oleh ibu Nurlinda Angkat dan kepala desa karing serta penetua desa setempat.(clara.siahaan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar