RSUD Sidikalang Perkuat Peran sebagai Rujukan Hemodialisis , Layanan HD Beroperasi Sesuai Standar Nasional
Sidikalang /investigasi .info
RSUD Sidikalang semakin menegaskan posisinya sebagai rumah sakit rujukan layanan hemodialisis (HD) regional di wilayah kabuoaten Dairi ,seiring dengan kembali beroperasinya layanan HD setelah memenuhi standar keselamatan pasien, mutu layanan, dan kompetensi tenaga kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan RI dan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERSNEFRI).
Direktur Utama RSUD Sidikalang, dr. Mei Sitanggang, menyampaikan bahwa sebanyak 15 unit mesin HD mulai dioperasikan dan melayani pasien sejak Senin (19/1/2026), sebagai bagian dari penguatan kapasitas layanan rujukan penyakit ginjal kronik di wilayah Dairi dan sekitarnya.
dr. Mei menjelaskan, pengoperasian layanan dilakukan setelah RSUD Sidikalang menerima hasil uji kualitas air Reverse Osmosis (RO) pada 14 Januari 2026, yang dinyatakan memenuhi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai standar nasional pelayanan hemodialisis.
“Pemenuhan standar kualitas air RO dan hasil uji endotoksin merupakan syarat mutlak dalam layanan dialisis, karena berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. Hal ini menjadi bagian dari komitmen RSUD Sidikalang sebagai rumah sakit rujukan regional,” ujar dr. Mei.
Selain itu, hasil pemeriksaan endotoksin juga menunjukkan status layak guna dan layak pakai, sehingga layanan HD aman dijalankan bagi pasien gagal ginjal kronik yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Dairi, tetapi juga dari lima kabupaten dan kota sekitar.
Penguatan peran rujukan regional tersebut turut didukung oleh penggunaan mesin dialisis baru berteknologi tinggi. Pada tahap awal operasional, pihak PT Tirta Medica Jaya (TMJ) bersama penyedia alat Renalmed menghadirkan teknisi bersertifikat dan expert nurse (Rusnika) untuk memastikan seluruh prosedur klinis dan teknis berjalan sesuai standar operasional dan patient safety.
Pada hari pertama operasional, RSUD Sidikalang melayani 14 pasien, terdiri dari 9 pasien pada shift pagi dan 5 pasien pada shift sore. Jumlah ini masih berada di bawah kapasitas normal, seiring dengan penerapan peningkatan layanan secara bertahap guna menjaga mutu dan keselamatan.
“Secara bertahap kapasitas akan kami tingkatkan. Saat ini 12 unit mesin HD telah beroperasi penuh dan melayani 17 pasien, dengan pembagian 9 pasien pada shift pagi dan 8 pasien pada shift siang,” jelas dr. Mei.
Sementara itu, perwakilan PT Tirta Medica Jaya (TMJ), menyampaikan bahwa fasilitas hemodialisis RSUD Sidikalang telah disiapkan sebagai sentra layanan dialisis regional dengan 20 titik mesin HD, termasuk ruang infeksius dan ruang airborne. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) serta menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
RSUD Sidikalang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan rujukan ke rumah sakit di Medan, sekaligus mendekatkan akses layanan dialisis bagi masyarakat Dairi dan sekitarnya di Sumatera Utara.
Dari sisi sumber daya manusia, pelayanan hemodialisis di RSUD Sidikalang ditangani oleh tenaga kesehatan tersertifikasi, sesuai pedoman Kemenkes dan PERSNEFRI. Setiap perawat HD wajib memiliki sertifikat kompetensi hemodialisis dan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan di RSUD Dr. Pirngadi Medan, dan Adam Malik Medan termasuk masa pendampingan klinis bagi perawat yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya.
“Penguatan SDM ini menjadi kunci agar RSUD Sidikalang mampu menjalankan fungsi rujukan regional secara berkelanjutan, aman, dan bermutu,” pungkasnya.
Setiap sabtu khusus ruangan HD Datangkan tenaga medis dokter daru siantar dr.Johannes Bernad Roh Dearma Purba,Sp,PD.
"Sembari meningjatkan akreditasi rumah sakit ini"tutup dr mei.(clara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar