Batam, investigasi. Info – Insiden tabrakan kapal yang melibatkan MV CMA CGM Niagara dengan TB Harbour Dragon yang menarik tongkang Harbour Jupiter di jalur sibuk Selat Malaka–Singapura terus menuai sorotan. Peristiwa yang terjadi pada 25 Desember 2025 tersebut bukan hanya satu kali kejadian, melainkan diduga merupakan rangkaian dari tiga insiden tabrakan di lintasan pelayaran internasional yang berdekatan dengan perairan Batam, Kepulauan Riau.
Insiden ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kapal kontainer raksasa milik operator global CMA CGM serta kapal tunda dan tongkang bermuatan ratusan kontainer. Jalur Selat Malaka–Singapura sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.
Agen Kapal Baru Ditunjuk Pasca Tabrakan
Fakta menarik terungkap dari keterangan staf operasional PT Menara Shipping Agency, perusahaan yang kemudian bertindak sebagai agen kapal TB Harbour Dragon dan Barge Harbour Jupiter. Dalam keterangannya, staff operasional yang enggan disebut namanya, memberikan keterangan seesuai yang diketahui.
Ia menjelaskan bahwa PT Menara Shipping Agency baru ditunjuk sebagai agen kapal pada 27 Desember 2025, atau dua hari setelah insiden tabrakan terjadi. Dengan demikian, pihak agen mengaku tidak mengetahui secara detail kronologi tabrakan antara MV CMA CGM Niagara dengan TB Harbour Dragon dan tongkang Harbour Jupiter.
“Penunjukan kami sebagai agen dilakukan setelah kejadian tabrakan dan saat posisi kapal sudah berada di perairan Nongsa, Batam,” ungkapnya.
Profil Agen Kapal
PT Menara Shipping Agency merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di bidang jasa keagenan kapal/perkapalan dengan KBLI 52297. Perusahaan ini berdiri berdasarkan Akta Notaris Nomor 18 tanggal 21 Oktober 2022, dan mulai beroperasi di Batam pada tahun yang sama. Perusahaan tercatat memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 2710220060265 dan dipimpin oleh Deni Tyas Saputra.
155 Kontainer, Satu Tenggelam
Dalam kapasitasnya sebagai agen, PT Menara Shipping Agency mengaku ditunjuk khusus untuk upaya penyelamatan kapal dan muatan pasca-tabrakan. Berdasarkan manifest yang diterima, tongkang Harbour Jupiter tercatat memuat 155 unit kontainer.
Hasil penanganan di lapangan menunjukkan :
- 154 unit kontainer berhasil dievakuasi,
- 1 unit kontainer dilaporkan tenggelam dan berada di kedalaman sekitar 40–50 meter, sehingga tidak dapat dievakuasi.
Atas arahan KSOP Batam, tongkang Harbour Jupiter kemudian dikandaskan guna memudahkan proses evakuasi kontainer. Pihak agen menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui isi kontainer, karena tugas yang diberikan sebatas penyelamatan fisik muatan dan kapal.
Keterlibatan Aparat dan Pengawasan Ketat
Selama proses penanganan, PT Menara Shipping Agency mengaku telah berkoordinasi intensif dengan sejumlah instansi berwenang, antara lain :
- KSOP Khusus Batam
- Bea Cukai Batam
- TNI AL Tanjung Sengkuang
- Polair Polda Kepulauan Riau
- KPLP Batam
Proses evakuasi berlangsung hingga 9 Januari 2026, sebelum akhirnya TB Harbour Dragon dan tongkang Harbour Jupiter diamankan di Pangkalan TNI AL Tanjung Sengkuang Batam demi alasan keselamatan dan keamanan.
Sorotan Publik dan Konfirmasi Nama Besar
Di tengah proses evakuasi, aktivitas di lokasi menarik perhatian masyarakat. Sedikitnya tiga unit pompong nelayan dengan sekitar 10 orang warga sempat mendatangi area evakuasi dan mendokumentasikan kegiatan tersebut. Tidak terdapat kesepakatan atau perjanjian apa pun antara pihak agen dan masyarakat di lokasi.
Sebelumnya, di kalangan pelaku usaha maritim, sempat muncul dugaan keterkaitan nama besar pemain usaha shipping cargo berinisial Ali Snepac yang disebut-sebut berada dalam satu grup usaha terkait jaringan pelayaran dan logistik.
Menanggapi hal tersebut, Ali Snepac saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa dirinya mengetahui insiden tabrakan tersebut. Ia juga mengakui bahwa agen kapal pasca insiden, TB Harbour Dragon dan tongkang Harbour Jupiter berada dalam satu grup usaha dengan Snepac Group, namun menegaskan bahwa penanganan operasional di lapangan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan kewenangan instansi terkait.
Tuntutan Nelayan Nongsa
Terkait tuntutan masyarakat pesisir Nongsa, pihak agen mengaku tidak terlibat langsung. Komunikasi dengan nelayan disebut difasilitasi oleh Said alias “Pak Degil”, pegawai PT Menara Shipping Agency yang ditugaskan berkoordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
Menanti Transparansi
Rangkaian tabrakan kapal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan serius, mulai dari penyebab teknis insiden, status tanggung jawab operator kapal besar, hingga transparansi isi kontainer yang tenggelam di perairan strategis Batam. Publik kini menunggu hasil penyelidikan otoritas maritim serta keterbukaan para pihak yang terlibat, mengingat Selat Malaka–Singapura bukan sekadar jalur niaga, melainkan objek vital strategis nasional dan internasional.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar