Pandeglang - INVESTIGASI.INFO. -Bendera Merah Putih adalah simbol identitas dan jati diri bangsa Indonesia yang memiliki filosofi mendalam. Bendera yang berkibar bisa sampai hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
Namun, pengibaran bendera negara harus mematuhi aturan, termasuk larangan mengibarkan bendera yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.
Dalam hal ini jelas Melanggar Hukum Sesuai aturan Undang Undang No 24 tahun 2009 pasal 24 huruf ( c ) Mengacu ke Sanksi Pidana serta Denda Pasal 67 huruf ( b ) yang Mana telah di atur di dalamnya.
Barang siapa dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara Merah Putih dalam keadaan robek, lusuh, luntur, kusut atau kusam, akan di ancam dengan sanksi pidana penjara paling lama satu tahun serta denda paling banyak 100.000.000,00 ( seratus juta rupiah ).
Pantauan awak media di lokasi persis sedang melintas di depan kantor desa, dan pemandangan yang tidak semestinya terlihat itu terjadi di halaman Kantor Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten pada Senin(8/2/26)
Bendera Merah Putih dalam kondisi robek terlihat berkibar di depan kantor desa, yang merupakan pusat pemerintahan desa diwilayah tersebut,
Larangan terhadap bendera Merah Putih. aturan pemasangan bendera merah putih sudah diketahui.
Selain aturan penggunaan yang benar,Ada juga hal-hal yang menjadi larangan yang tidak boleh dilakukan terhadap bendera merah putih. Hal itu diatur dalam Pasal 24 UU Nomor 24 Tahun 2009 dan berikut, larangan atau hal yang tidak boleh dilakukan terhadap bendera merah putih:
Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara.
Memakai bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial.mengibarkan bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara.
Memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.
Ditempat terpisah U.Tabroni Kepala Desa Panimbangjaya saat dimintai tanggapan dan keterangan tidak ada jawaban, sampai pemberitaan ini terbit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar