Batam, investigasi.info – Penertiban tambang pasir ilegal di kawasan KKOP Bandara Hang Nadim oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam bersama TNI dan Polri mendapat perhatian publik. Namun, warga kini menyoroti kondisi di wilayah Nongsa.
Aktivitas tambang pasir dan pekerjaan cut and fill yang diduga bermasalah disebut masih terlihat di sejumlah titik. Warga pun mempertanyakan kapan Ditpam BP Batam turun ke Nongsa.
“Ditpam ada, penertiban di bandara berjalan. Tapi Nongsa kapan?” ujar seorang warga.
Menurut warga, dampak aktivitas tersebut telah lama dikeluhkan, mulai dari debu, kerusakan bentang alam, hingga potensi longsor saat hujan deras.
Publik menilai, jika Ditpam BP Batam tegas melakukan penertiban di kawasan bandara, maka langkah serupa seharusnya dilakukan merata, termasuk di Nongsa.
“Jangan sampai muncul persepsi penegakan aturan hanya fokus di kawasan strategis tertentu,” tambah warga.
Sebelumnya, BP Batam menjelaskan bahwa operasi di KKOP Hang Nadim dilakukan karena menyangkut keselamatan penerbangan. Meski demikian, warga menegaskan bahwa aspek hukum dan lingkungan juga penting di seluruh wilayah Batam.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Nongsa berharap ada pengawasan dan tindakan konkret dari Ditpam BP Batam terhadap aktivitas tambang pasir yang terus menjadi sorotan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar