Batam, investigasi.info – Aktivitas yang diduga sebagai praktik perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) di sebuah billiard center kawasan Nagoya kembali memicu keresahan masyarakat. Meski persoalan ini telah berulang kali diangkat berbagai media, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Polresta Barelang.
Pantauan tim investigasi di lapangan menunjukkan aktivitas yang diduga kuat sebagai praktik perjudian masih berlangsung tanpa hambatan. Sejumlah sumber menyebutkan, lokasi tersebut seolah memiliki “perlindungan khusus”, sehingga memunculkan kesan aparat kepolisian tidak berani melakukan penindakan, meskipun tempat itu berada di kawasan strategis dan pusat keramaian Kota Batam.
Upaya konfirmasi kepada pihak yang diduga terkait pengelolaan tempat tersebut belum membuahkan hasil. Awak media hanya memperoleh nomor kontak humas berinisial S dan A. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban maupun klarifikasi yang diberikan.
Keberadaan dugaan perjudian berkedok gelper di kota yang dikenal sebagai ikon ekonomi, hiburan, dan pariwisata itu dinilai mencoreng citra Batam sebagai kota madani dan ramah investasi. Publik pun mulai mempertanyakan konsistensi serta ketegasan aparat penegak hukum dalam menyikapi aktivitas ilegal yang disebut telah berlangsung dalam waktu tidak singkat.
Di tengah sorotan tersebut, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi jabatan strategis di lingkungan Polri sebagaimana tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) Nomor: 2781/XII/KEP/2025. Salah satu mutasi penting yakni penunjukan pejabat baru Kapolresta Barelang menggantikan Kombes Pol. Zaenal Arifin.
Dengan mutasi tersebut, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono resmi menjabat sebagai Kapolresta Barelang. Pergantian pucuk pimpinan ini diharapkan menjadi momentum penyegaran dan pembenahan penegakan hukum di wilayah Barelang, terutama terhadap praktik-praktik ilegal yang selama ini dinilai seolah “kebal hukum”.
Namun, jabatan baru tersebut sekaligus membawa tantangan besar. Publik kini menanti langkah konkret Kapolresta Barelang yang baru untuk membuktikan komitmen Polri dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap dugaan perjuadiaan di billiard center yang telah lama menjadi perhatian masyarakat.
Selain dugaan aktivitas di billiard center, publik juga mendesak Kapolresta Barelang yang baru untuk menertibkan sejumlah lokasi hiburan yang disebut-sebut berada dalam satu manajemen. Sejumlah tempat yang ramai diperbincangkan antara lain Nagoya Hill, Nagoya Game Zone, Wukong, Sky 88, Ocean (sebelah Grand Mall), City Hunter, serta Cap Jiki.
Desakan tersebut muncul seiring beredarnya informasi dan persepsi di tengah masyarakat yang menduga adanya keterkaitan pengelolaan maupun kepemilikan oleh pihak yang dianggap memiliki pengaruh kuat. Kondisi ini dinilai semakin mempertebal tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam melakukan pengawasan maupun penindakan.
Masyarakat berharap, di bawah kepemimpinan baru Polresta Barelang, penegakan hukum dapat berjalan konsisten terhadap seluruh bentuk aktivitas yang diduga melanggar ketentuan, tanpa memandang latar belakang pengelola maupun lokasi usaha.
Awak media menegaskan bahwa informasi ini merupakan bagian dari dinamika dan aspirasi publik. Oleh karena itu, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar