Investigasi.info KERINCI – Mengawali momentum bulan suci Ramadhan 1447 H, Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci melakukan kunjungan strategis ke sejumlah pasar harian pada Kamis (19/2/2026). Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan harga rutin, melainkan langkah nyata dalam mendorong modernisasi tata kelola pasar tradisional agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Inovasi Pelayanan di Jantung Ekonomi Rakyat
Sekretaris DPRD Kabupaten Kerinci, Jondri Ali, SE., M.Si, menekankan bahwa pasar harian harus mulai bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang lebih modern, bersih, dan transparan. Dalam peninjauannya, ia menyoroti pentingnya integrasi data ketersediaan stok pangan secara real-time untuk mencegah spekulasi harga yang sering kali meresahkan warga di awal bulan puasa.
Modernisasi yang dimaksud mencakup perbaikan sistem distribusi dan kenyamanan fasilitas bagi pedagang maupun pembeli. Jondri Ali berdialog langsung dengan para pelaku usaha mikro mengenai tantangan logistik yang mereka hadapi.
Digitalisasi dan Stabilitas Ekonomi Lokal
Menurut Jondri Ali, stabilitas harga hanya bisa dicapai jika alur informasi dari hulu ke hilir berjalan transparan. Sekretariat DPRD berkomitmen untuk menjembatani aspirasi pedagang pasar agar mendapatkan perhatian lebih dalam hal digitalisasi pemantauan stok.
“Modernisasi pasar bukan berarti menghilangkan jati diri pasar tradisional, melainkan memperkuatnya dengan sistem pengawasan yang lebih canggih. Kami ingin memastikan masyarakat Kerinci mendapatkan akses pangan yang mudah dengan harga yang adil melalui tata kelola yang lebih rapi dan profesional,” ujar Jondri Ali.
Membangun Ekosistem Pasar yang Nyaman
Selain aspek teknis, kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi kelayakan infrastruktur pasar. Modernisasi fasilitas diharapkan dapat membuat aktivitas jual beli di awal Ramadhan ini lebih humanis dan efisien. Respon positif datang dari para pedagang yang berharap sentuhan inovasi dari pemerintah daerah dapat terus berlanjut guna meningkatkan daya saing pasar tradisional.
(wnd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar