Investigasi info, Kerinci — Dugaan pelaksanaan pekerjaan saluran irigasi bernilai miliaran rupiah di Desa Danau Tinggi, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, yang dikerjakan oleh PT MTP, kian menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak kini mendesak aparat penegak hukum (APH) serta lembaga pengawas negara untuk melakukan audit menyeluruh atas proyek tersebut.
Permintaan audit ditujukan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan Tinggi (Kejati), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jambi, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, guna menelusuri dugaan potensi kerugian negara dalam pelaksanaan proyek irigasi tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proyek yang bersumber dari anggaran negara itu diduga tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Sejumlah temuan menunjukkan pekerjaan dilakukan tanpa coran pondasi yang memadai, tanpa lantai kerja yang layak, serta pengecoran dilakukan di atas tanah berlumpur tanpa proses pengerasan lantai dasar. Bahkan, pada beberapa titik, pengecoran diduga hanya dialasi bentangan plastik, yang berpotensi besar menurunkan mutu dan daya tahan konstruksi.
Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan kegagalan bangunan dan berdampak langsung pada fungsi saluran irigasi yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya petani di wilayah setempat. Selain itu, praktik tersebut juga dinilai berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi.
Oleh karena itu, masyarakat dan sejumlah pemerhati pembangunan daerah meminta agar audit teknis, audit volume pekerjaan, serta audit keuangan segera dilakukan secara independen dan transparan. Jika dalam proses audit ditemukan penyimpangan atau pelanggaran hukum, maka penindakan tegas sesuai ketentuan hukum diharapkan dapat dilakukan tanpa pandang bulu.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci agar uang negara yang bersumber dari pajak rakyat benar-benar digunakan untuk kepentingan publik, serta untuk mencegah terulangnya dugaan pekerjaan asal-asalan pada proyek-proyek strategis di daerah.
Bersambung - (IE)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar