Gandeng Perguruan Tinggi, Strategi Menteri Nusron Percepat Penyelesaian Pendaftaran Bidang Tanah
Jakarta /investigasi.info
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi sebagai upaya mempercepat penyelesaian pendaftaran bidang tanah di seluruh Indonesia, termasuk tanah wakaf dan rumah ibadah.
Kolaborasi tersebut diarahkan melalui perluasan kerja sama dengan berbagai kampus, khususnya yang memiliki program studi relevan seperti geodesi, geografi, dan bidang teknis lainnya.
Mahasiswa diharapkan dapat terlibat aktif melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik maupun kegiatan praktikum untuk mendukung administrasi, pendataan, serta pengelolaan pertanahan di lapangan.
“Kita perlu mempertajam lagi kerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia. Kalau bisa, ajak kampus-kampus lain, terutama yang memiliki jurusan geodesi, untuk ikut KKN atau praktikum. Kita dorong agar ada solusi yang nyata di lapangan,” ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya membantu percepatan kerja teknis pertanahan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan agraria secara riil. Dengan dukungan sumber daya akademik, proses pengumpulan data fisik dan yuridis diharapkan dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.
Menteri Nusron menilai percepatan pendaftaran tanah merupakan langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus mendukung tertib administrasi pertanahan nasional. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan sistem pertanahan yang modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan perguruan tinggi, diharapkan target pendaftaran bidang tanah dapat tercapai lebih cepat, sekaligus memperkuat peran dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan nasional di bidang agraria dan tata ruang.(clara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar