Investigasi info, Kerinci | Jambi – Sosok Alfikri, salah satu Kepala Desa di Kabupaten Kerinci, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan. Tanpa menunggu petugas dari Dinas Lingkungan Hidup, Alfikri turun langsung bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan alternatif belakang Desa Siulak Panjang.
Dengan sigap, ia membawa mobil pick up dan bersama warga mengangkut sampah yang menumpuk di sepanjang jalan tersebut. Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa kepeduliannya bukan sekadar pencitraan, melainkan wujud tanggung jawab sebagai pemimpin desa terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakatnya.
“Ini bukan soal siapa yang bekerja, tapi soal tanggung jawab kita bersama. Kebersihan lingkungan adalah cerminan kepedulian kita terhadap desa sendiri,” ujar Alfikri.
Namun, di balik aksi tersebut, Alfikri mengaku kecewa dan geram. Pasalnya, setelah dilakukan gotong-royong dan disediakan bak sampah, masih ada saja oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan, bahkan tidak memasukkannya ke dalam bak yang telah disiapkan.
Dalam bahasa daerah, ia menegaskan kekesalannya:
"Padahal baru sudah gotong royong dan pembersihan, tempat sampah sudah disediakan. Tolong bagi masyarakat yang membuang sampah, masukkan sampai ke dalam bak agar tidak berserakan."
Menurutnya, jalan alternatif di belakang Desa Siulak Panjang tersebut kini menjadi akses penghubung antar desa dan jalur menuju jalan lintas nasional. Jika sampah dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap, hal itu tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencoreng nama baik desa di mata masyarakat luar.
“Kalau masyarakat dari berbagai desa melintas dan mencium bau tak sedap, tentu yang dipandang pertama adalah pemerintah desa. Seolah-olah kades tidak mampu mengurus kebersihan,” paparnya.
Alfikri pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Siulak Panjang dan pengguna jalan yang melintas, agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta memasukkannya dengan benar ke dalam bak sampah. Langkah kecil tersebut, menurutnya, sangat berarti dalam menjaga kebersihan bersama dan mencegah timbulnya wabah penyakit.
Aksi nyata Alfikri ini patut diapresiasi sebagai contoh kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat. Namun, kesadaran kolektif warga tetap menjadi kunci utama agar kebersihan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan *IE*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar