Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Minggu, 01 Februari 2026, Februari 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-01T03:37:09Z

Pemkab Dairi Mantapkan Opsi Pengembangan RSUD Menuju Rumah Sakit Tipe Madya

 Pemkab Dairi Mantapkan Opsi Pengembangan RSUD Menuju Rumah Sakit Tipe Madya



DAIRI/investigasi.info

Pemerintah Kabupaten Dairi mulai mematangkan langkah strategis pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menyusul diterimanya surat balasan dari Kementerian Kesehatan tertanggal 23 Januari. Dalam diskusi arahan pimpinan yang melibatkan jajaran 

manajemen RSUD, tenaga medis, serta pemangku kepentingan terkait, Pemkab Dairi mengerucutkan pilihan pengembangan pada opsi kedua, yakni pengembangan rumah sakit yang sudah ada.


Dalam pembahasan tersebut, dua alternatif dikaji secara mendalam, yaitu memperbesar RSUD eksisting atau membangun rumah sakit baru. Namun, melalui pertimbangan teknis, finansial, dan kesiapan sumber daya, Pemkab Dairi cenderung memilih opsi 2B, yaitu pengembangan bangunan yang ada dengan penambahan fasilitas secara bertahap.


Bupati Dairi disebut lebih memprioritaskan opsi pengembangan internal, mengingat ketersediaan lahan tambahan seluas sekitar 1.800 meter persegi yang dinilai memungkinkan untuk pembangunan vertikal, termasuk rencana pembangunan lantai dua dengan dukungan lift medis.


Pengembangan RSUD ini tidak hanya difokuskan pada aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya penambahan dokter spesialis, tenaga paramedis, serta penguatan pelayanan yang lebih humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien.


Ketua Komite Mutu RSUD menegaskan bahwa Pemkab Dairi tetap mengupayakan agar akses layanan kesehatan masyarakat terjamin, terutama bagi pasien yang selama ini mengalami kesulitan dalam proses rujukan ke rumah sakit lanjutan. Namun demikian, aspek keberlanjutan pembiayaan dan sisi bisnis rumah sakit juga menjadi perhatian serius, mengingat rumah sakit merupakan institusi padat modal dengan kebutuhan investasi yang besar, baik untuk tempat tidur, alat kesehatan, maupun tenaga medis.


Dalam diskusi tersebut juga disoroti pentingnya kajian tata ruang, kesesuaian dengan regulasi BPJS Kesehatan, serta analisis epidemiologi penyakit yang berkembang di wilayah Dairi. Salah satu fokus kajian adalah pengembangan layanan kasus saraf yang direncanakan dilengkapi dengan poli spesialis terkait.


Secara bertahap, Pemkab Dairi menargetkan penambahan jumlah tempat tidur hingga mencapai sekitar 110–120 unit. Apabila pengembangan bangunan baru terealisasi, kapasitas tempat tidur diproyeksikan dapat bertambah hingga 100 unit, sehingga RSUD Dairi memenuhi kriteria sebagai rumah sakit tipe Madya.


Sejumlah dokter dan tenaga profesional turut terlibat dalam diskusi, di antaranya dr. Ben, dr. Bobar Sinaga, dr. Henri, dr. Nita,  Marta Sianturi ,dr Taor marpaung serta Juliawan Rajagukguk. Mereka menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas layanan, termasuk penguatan dasar klaim BPJS agar rumah sakit dapat naik dari kategori dasar menuju madya.


Saat ini, RSUD Dairi memiliki delapan layanan dasar. Untuk mencapai status madya, rumah sakit harus memenuhi sedikitnya 16 layanan sesuai standar Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, studi kelayakan bisnis menjadi syarat utama, termasuk memastikan dukungan pembiayaan dari pihak penjamin, khususnya BPJS Kesehatan.

Rencana pengembangan juga mencakup pembangunan vertikal hingga empat lantai, dengan kemungkinan pengembangan hingga lima lantai apabila jumlah tempat tidur melebihi 100 unit. 


Opsi pengembangan lantai dua pada sayap kiri dan kanan rumah sakit dinilai sebagai langkah awal paling realistis untuk menjawab kebutuhan pelayanan sekaligus memenuhi standar madya.


Sebagai tindak lanjut, Pemkab Dairi akan menyampaikan surat balasan resmi kepada Kementerian Kesehatan dengan menyatakan pilihan pada opsi 2. Langkah ini dinilai strategis karena mampu menjawab kebutuhan pengembangan fasilitas, memperkuat struktur organisasi rumah sakit, serta membuka jalan bagi peningkatan status RSUD menjadi rumah sakit tipe madya.


Seluruh rencana pengembangan ini akan dipresentasikan secara resmi pada Kamis mendatang sebagai bagian dari respons Pemkab Dairi terhadap arahan Kementerian Kesehatan, dengan tujuan utama memastikan RSUD Dairi layak, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.(clara.s)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar