Investigasi info,Kerinci | Jambi – Proyek pembangunan Jalan Inpres di Kabupaten Kerinci dengan nilai anggaran Rp28 miliar yang di kerjakan oleh PT.Air Tenang, kembali menuai sorotan tajam. Baru dua hari dikerjakan, sejumlah titik ruas jalan sudah dibongkar dan diperbaiki secara tambal sulam, memunculkan indikasi kuat pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis kontrak.
Di lapangan, lapisan aspal yang sebelumnya telah dihampar tampak dikeruk kembali dan ditempel ulang. Kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian pada ketebalan lapisan aspal, kualitas material, hingga metode pelaksanaan, sebagaimana diatur dalam dokumen kontrak dan standar teknis jalan nasional.
“Kalau pekerjaan sesuai spesifikasi sejak awal, tidak mungkin baru dua hari sudah dibongkar lagi. Ini patut dicurigai,” ungkap seorang warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut.
Ironisnya, proyek ini merupakan hasil perjuangan panjang para pejabat daerah terutama DPR RI Edi Purwanto, bersama DPC PDI-P Kabupaten Kerinci dan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) ke pemerintah pusat. Harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur berkualitas justru tercederai oleh kinerja kontraktor yang dinilai tidak profesional.
Metode perbaikan dengan tambal sulam dinilai bertentangan dengan prinsip mutu konstruksi, berpotensi menurunkan umur rencana jalan, serta dapat melanggar ketentuan jaminan mutu dan pemeliharaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
Perbandingan kualitas pun mencuat. Proyek jalan bernilai Rp13 miliar yang dikerjakan oleh CV Kerinci Sakti justru dinilai lebih rapi, padat, dan tahan, serta hingga kini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Fakta ini kian memperkuat dugaan bahwa besarnya anggaran tidak menjamin kualitas pekerjaan.
Sorotan kini mengarah pada fungsi pengawasan, baik oleh konsultan pengawas maupun instansi teknis. Publik mendesak adanya audit teknis menyeluruh, termasuk pengujian mutu material dan ketebalan aspal, guna memastikan tidak terjadi pelanggaran kontrak yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor dan dinas teknis terkait belum memberikan klarifikasi resmi.*IE*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar