Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Mr w
Minggu, 01 Februari 2026, Februari 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-01T12:52:47Z

Air Bersih di Bengkong Sadai Mati dua Hari, Warga Kecewa Kepemimpinan Amsakar–Li Claudia Dinilai Penuh Retorika


Batam, investigasi.info — Krisis air bersih kembali menghantam warga Bengkong Sadai, Kota Batam. Pasokan air bersih dilaporkan mati total selama tiga hari berturut-turut, membuat aktivitas warga lumpuh dan memicu kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah.

Sejumlah warga mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, hingga keperluan ibadah. Tak sedikit warga terpaksa membeli air galon tambahan atau menumpang ke rumah kerabat di wilayah lain yang masih dialiri air.
“Sudah dua hari air mati, tidak ada pemberitahuan yang jelas. Kami cuma disuruh sabar,” keluh salah seorang warga Bengkong Sadai, minggu 1/2/2026

Warga menilai persoalan air bersih di Batam, khususnya Bengkong, bukanlah hal baru. Namun hingga kini tidak terlihat solusi konkret, meski pergantian kepemimpinan telah terjadi. Kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra justru dinilai lebih banyak menyampaikan narasi dan janji, tanpa dibarengi pembenahan nyata di lapangan.
“Setiap kali masalah muncul, yang terdengar hanya pernyataan dan retorika. Air mati berulang-ulang, tapi tidak pernah tuntas,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.
Kondisi ini memperkuat anggapan publik bahwa pemerintah kota gagal menjamin hak dasar masyarakat, yakni akses air bersih yang layak dan berkelanjutan. Warga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dan pengelola air dalam mengantisipasi gangguan distribusi yang terus berulang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Batam maupun instansi terkait mengenai penyebab matinya pasokan air di Bengkong Sadai dan kapan aliran akan kembali normal.
Warga mendesak agar Pemerintah Kota Batam berhenti pada tataran wacana dan segera mengambil langkah konkret. Mereka menegaskan, air bersih bukan sekadar program politik, melainkan kebutuhan mendasar rakyat yang tidak boleh terus-menerus dikorbankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar