Tanjungbalai, Investigasi.info, -
Penemuan sesosok mayat pria di dalam kamar hotel mengguncang Kota Tanjungbalai. Korban diketahui berinisial MR (34), warga, Kabupaten Asahan, ditemukan tidak bernyawa di salah satu kamar Mike Hotel Tanjungbalai, Minggu (22/3/2026) siang.
Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 13.00 WIB, saat pihak hotel menerima laporan dari saksi terkait kondisi korban yang sudah tidak bergerak di dalam kamar nomor 224.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya diketahui melakukan check-in sekitar pukul 10.45 WIB bersama seorang perempuan berinisial JTW (26).
Keduanya baru saja pertama kali bertemu setelah berkenalan melalui aplikasi MiChat selama kurang lebih dua bulan.
Di dalam kamar, interaksi keduanya disebut sempat mengarah pada kontak fisik. Namun, belum sampai terjadi hubungan badan.
Tak lama kemudian, korban mengeluh kedinginan dan meminta pendingin ruangan dimatikan.
Situasi berubah drastis ketika korban tiba-tiba mengalami sesak napas, batuk, lalu tak sadarkan diri.
Dalam kondisi panik, saksi J menghubungi dua rekannya, AP (25) dan RN (26). Sekitar pukul 12.30 WIB,
Kedua rekannya tiba di lokasi dan mendapati korban MR sudah tergeletak tak bergerak di atas kasur.
Menyadari kondisi MR, mereka segera melapor kepada petugas keamanan hotel, inisial EAP (24).
Saat dilakukan pengecekan, tubuh korban MR sudah kaku dan mengeluarkan cairan dari mulut indikasi kuat korban telah meninggal dunia.
Kemudian laporan tersebut langsung diteruskan ke pihak manajemen hotel dan kemudian pihak manajemen hotel melaporkan ke Polres Tanjungbalai.
Tak berselang lama, Tim Inafis bersama personel piket fungsi Polres Tanjungbalai tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 Wib q. Kemudian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai sekitar pukul 14.40 Wib, jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr. Tengku Mansyur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari lokasi, Polres Tanjungbalai mengamankan sejumlah barang milik korban, mulai dari pakaian, identitas diri, uang tunai.
Juga ditemukan tas berisi berbagai perlengkapan pribadi termasuk obat-obatan seperti simvastatin dan amlodipin, serta sebilah pisau yang masih dalam sarung.
Dari hasil pemeriksaan visum luar oleh dokter jaga IGD, dr. Jenni Chandra, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, Bram Candra, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pada pukul 19.00 WIB, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan aman, beserta barang-barang yang berkaitan dengan penemuan tersebut.
Zulham Efendi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar