Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-29T06:41:10Z
Berita Jambi kerinci

BWSS VI dan PT WIKA Diduga Terlibat Mark Up Uang Negara

 


Investigasi info, SUNGAI PENUH-Normalisasi Sungai Barang Merao dan Saluran Irigasi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pelaksana PT WIKA di bawah naungan BWSS VI Jambi, dinilai berkongkalikong  mark up volume galian lumpur normalisasi dan ukuran BJ Besi serta mutu (K) beton pada pembangunan saluran irigasi tahap I dan II. 


Dikabarkan PT WIKA telah melakukan pencairan dana bagi vendor di bawah naungan pemegang kontrak khusus pekerjaan saluran dan normalisasi sungai tahap I dan II.


Namun patut di duga kuat besaran besi BJ besi tidak standar pada pembuatan saluran irigasi juga mitu beton perlu di tinjau ulang. 


Selain itu pekerjaan vendor di bawah pemegang kontrak Liong dinilai tidak mencukupi volume galian tidak sesuai diajuakan. 


Tanpak dilokasi kerja, ilok Liong masih ber pulau pulau, dan di pinggir bantaran sungai minim buangan sedimen. 

Dengan merosotnya aliran arus Air dari muara ke hulu,tampak fakta di lapangan pengerjaan tersebut di duga kuat banyak nya dugaan MarkUp anggaran tampak jelas hasil dari sebuah pekerjaan tidak memenuhi hasil yang seharusnya.

Di minta pihak APH dalam hal ini BPK,KPK untuk segera audit menyeluruh dan Aliansi akan melayangkan surat ke aparat hukum untuk proses atas dugaan tersebut.


Malah ada ditengah sungai masih tanpak sedimen menumpuk seperti gambar di berita ini. 


Diharapkan pihak BWSS VI Jambi dapat mengevaluasi pekerjaan Liong yang diduga tidak bekerja seperti vendor lainnya. 


Selain itu, pekerjaan tahan I dan II PT WIKA perlu uji kelayakan beton dan ukuran besi serta BJ besi. *IE*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar