Investigasi info,Kerinci,|Jambi – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram sejak pertengahan Ramadan 1447 H terus terjadi di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Jambi. Hingga Selasa (24/03/2026), kondisi ini masih berlanjut bahkan setelah Idul Fitri, memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon tersebut. Kalaupun tersedia, harga jualnya melambung tinggi jauh di atas harga eceran tertinggi (HET), bahkan mencapai Rp50 ribu per tabung.
“Sulit sekali dapat gas 3Kg, kalaupun ada harganya sudah melangit sampai Rp50 ribu,” ungkap salah satu warga.
Situasi ini semakin memperberat beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Warga pun mempertanyakan peran pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini.
Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya dinas terkait, dalam mengatasi kelangkaan gas subsidi tersebut. Tidak adanya operasi pasar, pengawasan distribusi, maupun tindakan tegas terhadap dugaan penimbunan dan permainan harga menjadi sorotan publik.
Masyarakat menilai, aktivitas pejabat menjelang Ramadan dan Idul Fitri terkesan hanya sebatas pencitraan. Sidak yang dilakukan dinilai tidak menyentuh akar persoalan, karena lebih fokus pada keramaian pasar, bukan pada distribusi di tingkat agen atau pangkalan.
Warga mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kerinci bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera turun tangan, menindaklanjuti keluhan masyarakat, serta memastikan distribusi gas 3Kg tepat sasaran dan sesuai aturan.
Jika tidak segera diatasi, kelangkaan ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan semakin merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.**IE**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar