Investigasi.info KERINCI – Gubernur Jambi, Dr. Al Haris, S.Sos., M.H., didampingi Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., melakukan kunjungan kerja strategis di kawasan Danau Kerinci pada Sabtu (07/03). Dalam agenda tersebut, keduanya meninjau langsung kondisi pintu air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci sekaligus melakukan aksi pelepasan (restocking) ribuan benih ikan ke perairan Danau Kerinci.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam. Selain aspek konservasi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan stok ikan alami guna mendukung sektor perikanan tangkap yang menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar.
Dalam kunjungannya, Gubernur Al Haris menekankan bahwa kekayaan alam Danau Kerinci harus dikelola dengan bijak agar memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
"Danau Kerinci ini adalah jantungnya masyarakat. Kita tidak hanya membangun infrastruktur seperti PLTA, tapi juga harus memastikan ekosistem di dalamnya tetap sehat. Dengan menebar benih ikan ini, kita berharap produksi ikan di sini tetap stabil sehingga masyarakat nelayan kita makin sejahtera," ujar Al Haris.
Beliau juga menambahkan bahwa pengawasan terhadap pintu air PLTA penting dilakukan agar operasional teknis tidak mengganggu debit air yang dibutuhkan untuk pertanian dan kehidupan masyarakat setempat.
Sinergi Pemerintah Daerah
Bupati Kerinci, Monadi, menyambut baik perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi. Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci utama dalam percepatan pembangunan di wilayah Kerinci.
"Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci terus kami perkuat. Fokus utama kami adalah bagaimana pembangunan infrastruktur dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan demi kemajuan Kerinci dan kesejahteraan masyarakat ke depannya," tegas Monadi.
Komitmen Keberlanjutan Perikanan dan Infrastruktur
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Kerinci bersama Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan bahwa program restocking ikan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar ketahanan pangan daerah yang berbasis pada potensi lokal. Dengan jumlah benih yang mencapai ribuan ekor, diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, populasi ikan endemik maupun ikan konsumsi di Danau Kerinci dapat meningkat secara signifikan, yang pada gilirannya akan mendongkrak pendapatan ekonomi para nelayan tradisional.
Di sisi lain, peninjauan pintu air PLTA Kerinci menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa investasi besar di sektor energi tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup. Gubernur Al Haris menginstruksikan dinas terkait untuk terus melakukan monitoring berkala terhadap kualitas air dan pola aliran sungai. Hal ini bertujuan agar keberadaan PLTA tidak hanya menyuplai kebutuhan listrik regional, tetapi juga tetap menjamin ketersediaan air bagi irigasi sawah di sekeliling danau.
Pemerintah berharap masyarakat juga turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian ini dengan tidak menggunakan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan, seperti setrum atau racun. Melalui integrasi antara pembangunan infrastruktur modern dan kearifan lokal dalam menjaga alam, Kerinci diharapkan dapat bertransformasi menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi sekaligus lestari secara ekologi.
(wnd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar