Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-05T03:03:40Z
AnggaranBatangMeraoBetonBoredpileInformasiInfrastrukturJalanKerinciKeterbukaanKonstruksiKontraktorPengawasanProyekSemurupSungaiTransparansiUUWarga

Bayang-Bayang Kegagalan di Bantaran Batang Merao: Proyek "Siluman" dan Kontraktor yang Terulang?

 


Kerinci, investigasi.info – 

Di balik gemuruh arus Sungai Batang Merao, Kecamatan Gunung Kerinci, kini tersimpan sebuah tanda tanya besar yang mencemaskan warga. Deretan silinder beton mulai ditanam di perut bumi untuk menahan tebing yang rawan, namun di balik kesibukan alat berat dan tumpukan material, ada sesuatu yang hilang: Transparansi.Hingga detik ini, tak nampak selembar pun papan informasi anggaran di lokasi. Di mata hukum, ini adalah pelanggaran UU Keterbukaan Informasi Publik. Namun di mata warga, ini adalah alarm bahaya.

Masyarakat sekitar merasa was - was dan kecemasan publik bukan tanpa alasan. Bisik-bisik di lapangan mengungkap sosok di balik kemudi proyek ini adalah kontraktor ternama asal Semurup—nama yang identik dengan memori kelam proyek Inpres Siulak Deras – Sungai Betung tahun 2025 lalu. Kala itu, proyek tersebut menjadi buah bibir hingga viral setelah masuk kategori gagal konstruksi. Publik belum lupa bagaimana aspal yang baru seumur jagung harus dibongkar paksa dan dikerjakan berulang-ulang karena kualitas yang rapuh. Kini, kontraktor dengan rekam jejak "bongkar-pasang" itu kembali memegang proyek vital di jalur nadi Kerinci. Paku Bumi atau Bom Waktu? Metode tiang bor (bored pile) yang sedang dikerjakan saat ini bukanlah pekerjaan sembarangan. Ia adalah "paku bumi" yang menjadi tumpuan terakhir agar jalan lintas tak ambrol ke sungai. Namun, tanpa papan informasi yang mencantumkan nilai anggaran dan perusahaan pelaksana, pengawasan masyarakat pun lumpuh. "Apakah kita harus menunggu dinding ini retak atau jalan ini amblas lagi baru ada tindakan? Rekam jejak tidak pernah berbohong. Jika di Siulak Deras saja berantakan, apa jaminannya di Batang Merao ini akan bertahan lama?" cetus seorang warga dengan nada getir. 

Masyarakat Kerinci tidak butuh proyek yang sekadar selesai untuk menggugurkan kewajiban. Mereka butuh ketahanan. Mereka butuh transparansi. Kini, bola panas ada di tangan instansi terkait dan pengawas lapangan. Akankah mereka membiarkan proyek ini terus berjalan dalam kegelapan informasi, ataukah mereka akan bertindak sebelum sejarah kegagalan di Siulak Deras terulang kembali di tepi Batang Merao?Satu hal yang pasti: Rakyat Kerinci menolak lupa, dan mereka menolak diam.

(IE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar