Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Senin, 30 Maret 2026, Maret 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-30T12:31:28Z

ROKOK ILEGAL MARAK DI TANJUNG BALAI KARIMUN, NAMA TONI BALAI MENGUAT — DIDUGA ADA JARINGAN TERSTRUKTUR DI BALIKNYA



Batam, investigasi.info - Peredaran rokok ilegal di wilayah Tanjung Balai Karimun (TBK), Provinsi Kepulauan Riau, kian meresahkan. Jalur distribusi yang diduga berasal dari Batam disebut berlangsung masif, rapi, dan terorganisir. Sorotan tajam pun mengarah kepada kinerja pengawasan aparat, khususnya Bea Cukai, yang dinilai belum mampu membendung arus barang ilegal tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik penyelundupan ini tidak lagi dilakukan secara sporadis, melainkan telah menggunakan pola sistematis dengan modus yang semakin canggih. Rokok ilegal diselipkan di antara muatan sembako seperti beras, gula, dan minyak goreng, sehingga sulit terdeteksi dalam pemeriksaan rutin di pelabuhan.

Di tengah maraknya peredaran tersebut, nama Toni Balai mencuat sebagai sosok yang diduga berperan besar dalam distribusi rokok ilegal di TBK dan sekitarnya. Ia disebut-sebut sebagai pemasok utama berbagai merek rokok tanpa pita cukai yang beredar luas di pasaran.

Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa distribusi dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. “Setiap pengiriman diduga sudah diatur sedemikian rupa. Volume barang yang dibawa bahkan hampir memenuhi kapasitas kapal penumpang maupun kapal barang kecil yang rutin beroperasi antara Batam dan TBK,” ujarnya.

Namun demikian, saat dikonfirmasi, Toni Balai membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.

“Saya tidak main begitu, bang. Saya hanya jual barang yang sah, sembako biasa. Tidak ada urusan dengan rokok ilegal,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa usahanya murni bergerak di bidang distribusi kebutuhan pokok masyarakat dan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Meski bantahan telah disampaikan, dugaan tidak berhenti di situ. Hasil penelusuran lanjutan mengindikasikan adanya sosok lain yang diduga berperan sebagai pengendali di balik jaringan distribusi tersebut. Nama LBB muncul sebagai figur yang disebut memiliki akses luas terhadap jalur pasokan dan distribusi barang, serta diduga menjadi aktor kunci dalam mengatur peredaran rokok ilegal tersebut.

Sumber internal menyebutkan bahwa pola distribusi yang terdeteksi menunjukkan adanya koordinasi yang tidak sederhana. “Ini bukan kerja individu. Ada indikasi kuat jaringan yang terstruktur, dari pemasok, pengangkut, hingga distribusi di lapangan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Batam belum memberikan pernyataan resmi terkait maraknya peredaran rokok ilegal di jalur Batam–Tanjung Balai Karimun maupun terkait nama-nama yang disebut dalam dugaan tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: di mana peran pengawasan negara ketika praktik ilegal berlangsung terbuka dan berulang? Jika tidak segera ditindak tegas, bukan hanya negara yang dirugikan dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga kredibilitas penegakan hukum yang dipertaruhkan di wilayah perbatasan strategis seperti Kepulauan Riau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar