Kerinci, investigasi info –
Para petani di kawasan persawahan belakang Pasar Semurup menuju Belui Tinggi kini menghadapi situasi yang semakin memprihatinkan. Serangan hama yang masif membuat benih padi yang baru ditabur rusak dan gagal tumbuh, sehingga petani terpaksa melakukan penaburan ulang.
Berdasarkan dokumentasi video di lapangan, terlihat jelas kondisi tanaman padi yang rusak dan tidak berkembang. Hamparan sawah yang sebelumnya sudah ditanami tampak mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan hama. Bahkan, dalam video tersebut, petani memperlihatkan langsung benih yang gagal tumbuh dan harus diganti ulang.
“Kami sudah keluar biaya, tenaga, dan waktu. Tapi karena hama, kami harus mulai dari awal lagi,” ungkap salah satu petani dalam video tersebut.
Kondisi ini tidak hanya menambah beban biaya produksi, tetapi juga mengancam masa tanam dan potensi hasil panen ke depan. Sejumlah petani mengaku sudah berupaya melakukan pengendalian hama secara mandiri, namun serangan yang terus meluas membuat upaya tersebut tidak lagi efektif.
Masyarakat petani pun mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci untuk segera turun tangan dengan langkah konkret, mulai dari penyemprotan massal, pendampingan teknis, hingga bantuan sarana pertanian yang dibutuhkan.
Petani berharap slogan “pejuang petani” yang selama ini digaungkan tidak hanya menjadi janji politik semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Jika tidak segera diantisipasi, serangan hama ini dikhawatirkan akan meluas dan berdampak serius terhadap ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
(IE)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar