Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Redaksi Investigasi
Senin, 06 April 2026, April 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-06T09:14:30Z
AKBP Ramadhan NasutionAKP Arya WidjayaGresikKekerasan SeksualMasjid Agung GresikPencabulan anakPerlindungan AnakPolres GresikSatreskrim Polres Gresik

Modus Uang Rp100 Ribu, Penjual Pentol Diduga Cabuli Anak di Toilet Masjid Agung Gresik

 

Gresik, investigasi.info

Satreskrim Polres Gresik terus melakukan pendalaman terkait kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan penjual pentol di toilet Masjid Agung Gresik.

Kepada penyidik, tersangka AR, 45, warga Kecamatan Gresik mengakui semua perbuatannya. Perbuatan cabul itu ternyata sudah dilakukan dua kali. Pertama pada pertengahan Maret 2026 dan terakhir pada Jumat (3/4) saat dipergoki warga.

“Kedua aksi tersebut dilakukan di toilet masjid,” jelas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Senin (6/4). Yakni Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka memanfaatkan kerentanan korban yang masih berusia 13 tahun. Pria tersebut mengaku nafsu dengan korban yang juga laki-laki.

“Mulanya korban mengajak korban ke warung kopi. Setelah di tengah perjalanan tersangka beralasan ingin ke toilet dan korban diminta untuk menemaninya. Setelah itu korban dicabuli. Korban diberikan uang oleh tersangka Rp 100 ribu,” jelasnya.

Kini, AR telah ditahan di Rutan Mapolres Gresik guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat Pasal 415 huruf b KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Seperti diberitakan, pencabulan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB pada Jumat (3/4) kemarin. Awalnya, korban yang masih berusia 13 tahun baru selesai mengaji di pondok dan bertemu dengan AR.

Selanjutnya, tersangka mengajak korban untuk ngopi dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio W-5541-FG.

“Sesampainya di sekitaran Masjid Agung Gresik, pelaku mengaku ingin buang air besar terlebih dahulu dan meminta korban untuk ikut menemani,” terang AKP Arya Widjaya, Minggu (5/4).

Saat keduanya memasuki area masjid, ada seorang saksi D yang mengetahuinya. Sesampainya di toilet laki-laki, korban diajak masuk ke mamar mandi dan tersangka menutup pintunya. AR membekap mulut korban dan terjadilah pencabulan.

“Aksi itu diketahui oleh saksi D yang curiga dan mengintip dari lubang angin di atas pintu kamar mandi. Saksi kemudian melapor ke warga sekitar,” tandasnya.(*)


Sumber : kabarbaik.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar