Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
baliweddingcelebrant@gmail.com
Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-07T04:27:35Z
Daur UlangEdukasi SampahKebersihan KotaKebijakan LingkunganKrisis SampahLingkungan HidupMasalah Sampah BaliPariwisata BaliPencemaran lingkunganPengelolaan SampahReduce Reuse RecycleSampah Denpasar

Viral Keluhan Warga Bali: Sampah Tak Terurus Lagi!

 


Denpasar, investigasi.info
Masalah sampah di Bali kembali menjadi sorotan publik setelah meningkatnya keluhan warga terkait volume timbunan sampah di beberapa titik pemukiman. Sejumlah warga di Denpasar dan wilayah sekitarnya menilai pengelolaan sampah belum merata, terutama pada fase pengumpulan dan pemilahan. Kondisi ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya yang bergantung pada pariwisata. “Jika tidak ditangani secara sistematis, sampah akan menjadi persoalan kesehatan dan reputasi,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.


Menurut penulis dan pengamat lingkungan, akar persoalan sering kali bukan semata pada “sampahnya”, melainkan pada rantai pengelolaan yang timpang: dari produksi, kebiasaan pembuangan, pengumpulan, hingga fasilitas akhir. Dalam konteks itu, buku-buku tentang pengelolaan sampah menekankan pentingnya perubahan dari hulu melalui pengurangan dan pemilahan. Dengan pendekatan yang tepat, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada pembersihan di hilir, tetapi pada pencegahan munculnya sampah sejak awal.


Sejumlah ahli menyoroti bahwa penguatan pemilahan sejak sumber akan menentukan kualitas proses lanjutan seperti daur ulang dan pengolahan. Pr (2020) menegaskan, “tanpa pemilahan, peluang daur ulang menyempit dan biaya pengolahan meningkat”[2]. Oleh karena itu perlu program edukasi publik yang tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan disertai insentif dan penegakan aturan pembuangan. “Edukasi harus menjadi mekanisme perubahan perilaku yang didukung fasilitas dan jadwal layanan yang pasti,”.


Seiring meningkatnya perhatian publik, berbagai pihak mendorong langkah jangka pendek dan menengah. Langkah jangka pendek meliputi pembersihan terarah di titik rawan, penertiban pembuangan liar, serta optimalisasi jadwal pengangkutan. Untuk langkah menengah, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diharapkan mempercepat skema reduce–reuse–recycle, memperluas pemilahan, dan meningkatkan kapasitas pengolahan yang sesuai karakteristik sampah Bali. Penulis menekankan bahwa perubahan nyata membutuhkan kolaborasi lintas sektor—mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga pengelola fasilitas—karena persoalan sampah adalah masalah publik yang mengikat semua pihak. Istimewa 

Footnotes

[1] U., *Pengelolaan Sampah Berbasis Sistem*, (Tahun terbit). Penerbit.  

[2] Pr., *Daur Ulang dan Kebijakan Lingkungan*,

 Bibliography

- U., (2018). *Pengelolaan Sampah Berbasis Sistem*. Penerbit.  

- Pr., (2020). *Daur Ulang dan Kebijakan Lingkungan*. Penerbit.  

- Dr., (2021). Publikasi/rujukan kebijakan lingkungan (detail sesuai sumber yang 

Anda miliki).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar