Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Redaksi Investigasi
Minggu, 01 Maret 2026, Maret 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-01T05:17:33Z
Akses jalan berlubangInfrastruktur minimKabupaten PasamanKecamatan Dua KotoKecelakaan akibat jalan rusakPembangunan tertunda 2025.

Jalan Akses Warga Kesimpang Tonang Terpantau Banyak Berlubang, Pembangunan Minim, Warga Harap Pemerintah Lebih Peduli



Pasaman, investigasi.info - 
Sepanjang tahun 2025 hingga saat ini, warga yang melintas di jalan menuju Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, harus menghadapi berbagai rintangan dan pemandangan yang memprihatinkan. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang membuat para pengendara kesulitan melintas. Tidak sedikit pengendara yang terjatuh bahkan mengalami tabrakan karena harus mencari celah jalan yang masih bisa dilewati.

Penderitaan warga ini telah berlangsung cukup lama. Saat musim hujan, kondisi semakin parah karena genangan air menutupi banyak titik di sepanjang jalan. Salah satu titik terparah berada di Gunung Bangkuang, Jorong Tonang Raya, Kenagarian Simpang Tonang.

Kondisi tersebut seakan menjadi pemandangan biasa dan dinilai minim perhatian dari instansi pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Pasaman.

Jalan ini merupakan akses utama menuju tiga kenagarian dan puluhan kampung yang dihuni ribuan jiwa. Selain itu, akses ini juga digunakan oleh pelajar dari 3 sekolah tingkat SLTA, 3 SLTP, dan 9 SDN. Setiap hari, masyarakat harus melewati jalan tersebut dengan penuh kesulitan dan risiko kecelakaan.

Permasalahan ini telah dikonfirmasi kepada salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pasaman, Sulhatri, melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut bukan dibiarkan begitu saja. Sebagai perwakilan dari Kecamatan Dua Koto, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut dalam setiap rapat fraksi.

Menurut Sulhatri, pada tahun 2025 pembangunan jalan tersebut sebenarnya telah dianggarkan dari dana pusat sebesar Rp10 miliar. Namun, anggaran tersebut dibatalkan akibat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1, sehingga dana untuk Dinas PU Pasaman menjadi kosong.

Selanjutnya, pada tahun 2026 melalui KUA-PPAS, Pemerintah Daerah Pasaman berencana menganggarkan Rp4 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Namun, dana Transfer ke Daerah (TKD) mengalami pengurangan sebesar Rp117 miliar dari biasanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pembangunan jalan tersebut masih belum dapat direalisasikan. Sulhatri menyebutkan bahwa kelanjutan pembangunan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah.

Saat ini, warga hanya bisa berharap pemerintah menyadari bahwa jalan tersebut merupakan pusat aktivitas dan urat nadi perekonomian masyarakat Simpang Tonang. Mereka sangat mengharapkan pembangunan segera dilakukan demi kenyamanan berkendara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harapan itu kini ditujukan kepada Bupati Pasaman, Gubernur Sumatera Barat, serta Presiden Republik Indonesia agar dapat memberikan perhatian dan mengalokasikan anggaran sehingga pembangunan jalan tersebut dapat segera terealisasi.


Yuharlan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar