Clarifikasi Polsek, Keuchik dengan awak media' Persoalan Sengketa Kepemilikan Tanah di Gampong bukit drien,, HASILNYA TIDAK SESUAI FAKTA???
Aceh Timur - investigasi info.com / 3 Maret 2026, Menanggapi isu kepemilikan tanah di kecamatan sungai raya titik lokasinya di Gampong bukit drien dusun tualang, oleh tim media gabungan yang dimotori oleh Kabiro Aceh Timur (Moh Isa Ismail) sebagai koordinator wartawan provinsi Aceh, mitra86sergap.com dan beberapa media lain yang berasal dari luar kota, media² ini seperti CNNNusantara.com, dan media mitra86sergap.com adalah media yang tergabung dibawah ikatan PERSATUAN WARTAWAN DUTA PENA INDONESIA ( PWDPI)
Kami tim yang hadir menclarifikasi kasus ini adalah wartawan dari media:
1, media mitra86sergap.com
2, media CNNNusantara.com
3, media kupaskriminal.com
4, media camerajurnalis.com
Dan ada dua media lain (privasi)
Kami satu tim Dari 5 media untuk kasus ini, yang ingin menclarifikasi permasalahan yang sudah menjadi issu publik bahkan sudah pernah dimediasi dan dimediakan.
Terkait sengketa tanah yang sudah merambat ke hal² lain, seperti tuduh menuduh, fitnah memfitnah, yang dikhawatirkan akan terjadi perang fisik antar sesama.
Seperti yang kita lihat/baca di salah satu muatan berita media CNNNusantara.com, diberitakan oleh oknum yang berinisial S ini, diduga ada pembiaran dari oknum Polsek kecamatan sungai raya atas pemukulan yang terjadi terhadap oknum S ini, dan Sayid Abdullah (keuchik Gampong bukit drien) yang tertuduh Tampa ada bukti, kalau dia ada wanita simpanan di luar daerah dan termasuk istrinya juga terfitnah menjual dirinya dengan harga sekian².
Ada juga pihak² lain jadi orang yang di korbankan dalam kasus ini seperti oknum anggota yang dipolres juga oknum anggota yang di Polsek, tentu juga oknum² perangkat desa/Gampong yang ada di bukit drien ini bisa jadi terkena fitnah.
Karena itu, kami serta tim turun cepat, langsung, ingin memastikan apa berita tersebut benar-benar adanya atau hanya bagian dari opini, dan atau sebagai ungkapan rasa kekecewaan seorang oknum yang berinisial S saja, atau fakta yang telah di beritakan olehnya, bahkan ada tulisan yang jelas pada salah satu kartu tanda anggota (KTA), dia tersebut adalah seorang oknum wartawan/media, anehnya??? Ko' Dia sebagai Kabiro dengan rangkap tiga kabupaten/kota sekaligus, ko' bisa satu Kabiro dengan menguasai tiga kabupaten/kota sekaligus,, siapa yang memberi kuasa atau hak ini kepada salah satu oknum yang mengaku sebagai awak media/wartawan.
Kapolsek kecamatan sungai raya, AKP, A HARIS NUR SH, menegaskan, kalau permasalahan ini sudah pernah ditangani di Gampong dan kasus ini baru dilimpahkan dari Gampong ke Polsek kecamatan sungai raya merupakan lanjutan, karena hasil mediasi di Gampong gagal, mungkin ada pihak yang keberatan dengan hasilnya, AKP A HARIS NUR SH juga menambahkan, bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan secara mufakat, setelah melalui proses mediasi yang difasilitasi.
Oknum berinisial S ini sudah minta maaf, eh ternyata pihak S makin ngawur yang sempat ngoceh entah kemana-mana termasuk di Tiktok akun dengan nama inisial SA, tutupnya.
Sala satu Awak media/wartawan,,Di celah² momen acara clarifikasi ini, sungguh, sebagai wartawan Aceh Timur, mengaku malu besar, bukan besar kemaluan, melihat ada oknum wartawan yang etikanya diduga telah melanggar UU no 1 tahun 2024, tentang ITE.
Titip pesan, sebagai wartawan yang notabene nya sebagai mitra dan bagian dari pelaku pengawasan, kita harus bisa dapat memilah dan memilih mana yang bisa dipublikasikan dan mana yang seharusnya mengajak diri kita untuk damai, apalagi menyangkut dengan aib diri dan orang lain.
Dalam hal penelusuran kami tim sigap, memastikan, benar adanya, ada sepetak tanah darat pinggir yang lebih kurangnya 4x7 m, ada suratnya dan sebagian ada kuitansi, menurut pengakuan Keuchik setempat disaat kami konfirmasi, dan benar' pernah terjadinya jual beli antara pihak,
Terkait tentang penganiayaan dan pemukulan itu tidak benar, kami telah mentala'ahnya dan menjumpai langsung pihak terkait, pun bisa menuduh, juga yg tertuduh nanti akan menuntut dan meminta bukti dan saksi dan akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.
MZ & Tim wartawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar