Aktivitas di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tebing Tinggi mendadak menjadi sorotan, Kamis (16/4/2026) sore. Sejumlah personel yang diduga berasal dari tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan intensif di lingkungan kantor tersebut.
Sekitar pukul 17.00 WIB, tim tiba dan langsung menuju ruang kerja Kepala Dinas Kominfo, Ghazali Rahman. Kehadiran aparat penegak hukum itu sontak menarik perhatian, terlebih di tengah berkembangnya isu dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya sempat beredar.
Situasi sempat menghangat ketika belasan personel mengenakan rompi bertuliskan Tipikor memasuki ruangan kepala dinas dan melakukan pemeriksaan secara tertutup. Sejumlah jurnalis yang berada di lokasi sempat diminta tetap di dalam ruangan sebelum akhirnya dipersilakan keluar.
“Awalnya kami diminta tetap di dalam, tapi setelah diketahui jurnalis, kami diminta keluar,” ujar salah seorang wartawan di lokasi.
Pemeriksaan tidak hanya terfokus pada ruang kepala dinas. Tim juga menyisir beberapa ruangan lain di kantor Kominfo, menandakan adanya proses pendalaman yang lebih luas. Dari hasil kegiatan tersebut, sejumlah perangkat komunikasi turut diamankan sebagai bagian dari kepentingan penyelidikan.
Di tengah proses itu, muncul pula perhatian terkait penggunaan kendaraan pribadi yang disebut-sebut milik salah satu pejabat Kominfo oleh tim yang datang. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai hal tersebut.
Setelah berlangsung sekitar tiga jam, tim Tipikor Polda Sumut meninggalkan lokasi pada pukul 22.00 WIB tanpa memberikan keterangan kepada awak media. Tidak ada pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun status perkara yang tengah ditangani.
Kepala Dinas Kominfo Tebing Tinggi, Ghazali Rahman, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci dokumen yang dibawa maupun substansi pemeriksaan yang dilakukan.
“Iya, ada sekitar delapan atau sembilan orang yang datang. Mereka membawa beberapa dokumen, tapi kami tidak mengetahui secara pasti isinya. Hanya disebutkan terkait tindak lanjut dari atas dan ada beberapa nama yang tercantum,” ujarnya singkat.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumatera Utara terkait tujuan maupun perkembangan dari pemeriksaan tersebut. Minimnya informasi membuat spekulasi terus berkembang di tengah publik.
Sumber : sumutpos.jawapos.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar