Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-07T06:57:24Z

Sampah di Pasar Pagi Jodoh Tetap Menggunung, Publik Pertanyakan: Kinerja Kadis DLH Batam yang Baru, Jabatan Titipan atau Memang Mampu?

 



Batam, investigasi.info - Tumpukan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan Pasar Pagi Induk Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau. Sampah terlihat menggunung di sisi area parkir pasar hingga menimbulkan bau busuk yang menyengat dan mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung, Sabtu (7/3/2026).

Sampah yang didominasi limbah pasar seperti sisa sayur, plastik bekas, serta keranjang anyaman rusak itu tampak menumpuk selama beberapa hari tanpa penanganan maksimal. Bahkan, sebagian tumpukan sampah meluber hingga memakan area parkir kendaraan pengunjung pasar.

Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di salah satu pasar tradisional terbesar di Batam tersebut.

Sejumlah pedagang mengaku persoalan sampah di Pasar Pagi Jodoh bukan hal baru. Mereka menilai pengangkutan sampah oleh petugas belum dilakukan secara maksimal sehingga sampah terus menumpuk setiap harinya.

“Armada pengangkut sebenarnya ada, tapi yang diangkut hanya sebagian saja. Sisanya dibiarkan menumpuk. Akhirnya setiap hari sampah terus bertambah,” ujar salah seorang pedagang di lokasi.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan sampah yang menggunung tersebut sangat mengganggu aktivitas parkir kendaraan pengunjung pasar.

“Ini kan lahan parkir untuk masyarakat yang datang belanja. Kalau sampah terus menumpuk seperti ini tentu sangat mengganggu,” katanya.

Sorotan juga datang dari kalangan organisasi masyarakat. Perwakilan Gerakan Indonesia Adil Sejahtera (GIAS) menilai persoalan sampah di Batam seharusnya sudah dapat diatasi, terlebih pemerintah disebut telah menambah armada pengangkut sampah serta melakukan pergantian pimpinan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Namun hingga kini, perubahan yang diharapkan masyarakat dinilai belum terlihat di lapangan. Salah satu contohnya adalah kondisi di Pasar Pagi Jodoh yang masih dipenuhi tumpukan sampah.

“Walaupun kepala dinasnya sudah baru, tapi sampai sekarang belum terlihat perubahan yang signifikan. Sampah masih saja menumpuk seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai persoalan sampah di Batam seharusnya dapat ditangani secara serius dengan langkah nyata di lapangan, bukan hanya sekadar konsep atau teori.

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas kepemimpinan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam yang baru

“Publik tentu bertanya, apakah jabatan ini memang diberikan kepada orang yang benar-benar teruji mampu mengatasi persoalan sampah, atau hanya sekadar jabatan titipan?” ujarnya.

Ia berharap persoalan sampah di Batam segera mendapatkan penanganan serius agar tidak terus menerus merugikan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, khususnya di kawasan pasar tradisional.

“Jangan sampai masyarakat Batam terus dikecewakan oleh persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan jika dikelola dengan serius,” pungkasnya.


Awak media masih mencoba menghubungi kepala dinas lingkungan hidup kota batam, agar pemberitaan berimbang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar