Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Kamis, 26 Februari 2026, Februari 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-26T07:04:15Z
Berita kriminal Kepulauan Riau

Untuk Apa Ayah "Pulang" Jika Hanya Ingin Membunuh Ibu

 


Tanjungpinang 

Investigasi.info


Setia dibalik jeruji,Dirawat disaat sakit.Hingga disaat Bebas Nasrun dengan keji menghabisi nyawa istri nya sendiri. 


Tersimpan kisah pilu seorang anak perempuan, sebut saja bunga (22) diusia nya yang beranjak dewasa bunga harus dipisahkan dengan ayah nya yang harus mendekam dibalik jeruji, Nasrun dengan tega menghabisi nyawa seorang perempuan hingga mayat nya di lempar dari jembatan dompak 2017 silam. 


"Di usianya yang beranjak dewasa bunga harus ditempa dengan luka yang tidak mudah dipahami anak seusianya.


Sejak Nasrun ditahan di Lapas Tanjungpinang, bunga dan sang ibu tidak pernah absen mengunjungi sang ayah, memastikan bahwa ayah bisa makan dengan layak, mereka membawakan makanan, minuman dan kebutuhan lain  yang  diizinkan petugas.


Hingga menjelang kebebasan sang ayah, Nasrun terserang stroke ringan yang mengharuskan nasrun dirawat dirumah sakit umum Bintan.


"Bunga dan sang ibu dengan telaten menjaga dan merawat Nasrun sang ayah tercinta, berharap ayah dapat kembali sembuh dari penyakit yang dideritanya.


"Seiring waktu berjalan akhirnya hari yang dinanti tiba, bunga dan sang ibu menyambut dengan suka duka kepulangan Nasrun.


Bagi bunga itu adalah hari yang dinanti, ia membayangkan hubungan ayah dan ibu nya dapat kembali hangat sebelum jeruji membatasi.


"Nyatanya harapan itu runtuh sesaat.


Beberapa bulan setelah bebas, bunga sering mendapati pertengkaran ayah dan ibu nya.


Hingga malam naas itu tiba. Di perumahan Bintan Permata indah jalan ganet, Blok Bougenville 9, tepat nya tanggal 25/2/2026.


Bungga yang kala itu pulang kerja tidak mendapati ibu nya berada dirumah. hingga bunga menanyakan prihal ibu nya pada tetangga yang tepat berada didepan rumah. Merasa curiga bunga kembali bertanya kepada sang ayah, dimana ibu. Namun Nasrun dengan emosi hendak memukul bunga. Dengan lantang Nasrun mengatakan bahwa sang ibu telah ia bunuh. 


"Bunga yang histeris kembali kedalam rumah, mendapati sisa2 darah yg bercak di lantai,  hingga bunga berteriak minta tolong pada  warga, indra tetangga bunga yang kala itu mendengar kegaduhan sempat menegur Nasrun yang masih menggenggam kayu di tangan nya yang terdapat bercak darah. Hingga indra memutuskan untuk menghubungi polisi.


Nasrun dengan sadis menghabisi nyawa istri nya sendiri, korban di ikat kaki dan tangan nya, lalu dipukuli menggunakan kayu hingga merenggut nyawa. lalu Nasrun menutupi tubuh korban menggunakan kain dan karung, dan menyembunyikan tubuh korban di samping rumah yang biasa dijadikan gudang. 


Hingga Polisi, TNI dan Satpol PP datang mendapati korban sudah terbujur kaku. 


Kisah ini seharus nya menjadi pengingat, kebebasan adalah awal memperbaiki diri, dan menghargai mereka yang setia mendampingi disaat dunia menutup diri dari kita. Yr

investigasi.info.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar