Kalbar, investigasi.info -
Operasi pencarian helikopter EC-150 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara berakhir. Tim SAR gabungan mengkonfirmasi seluruh delapan orang di dalam helikopter tersebut meninggal dunia setelah pesawat jatuh di wilayah medan terjal di kawasan lereng Bukit Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4/2026).
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan helikopter tersebut berangkat dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 07.37 WIB. Namun, pada pukul 08.12 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak.
“Kami menerima informasi dari AirNav pada pukul 10.40 WIB dan segera mengerahkan tim penyelamat dari Sintang dan Pontianak menuju titik koordinat terakhir,” ujar Junetra dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Pontianak, Kamis malam.
“Puing helikopter berada di medan dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Karena cuaca hujan dan jarak pandang terbatas pada malam hari, operasi udara dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok pagi,” kata Sidik.
TNI AU juga berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Barat untuk menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) guna proses identifikasi korban setibanya di Lanud Supadio.
Hingga pukul 19.40 WIB, tidak ditemukan korban selamat dalam kejadian tersebut. Proses pengangkutan jenazah dilakukan pada Jumat (17/4) mulai pukul 07.00 WIB menggunakan helikopter NAS-332 C1+, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di lokasi kejadian.
Sumber : soearakeadilannews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar