Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-27T02:46:09Z
BatamForkliftGalanganIndustriinvestigasiK3KapalKecelakaanKematianKerjaKeselamatanKetenagakerjaanKorbanlukaPekerjaPTASLRumahsakitShipyard

Sudah Diperingatkan Menteri Tenaga Kerja, Kecelakaan Maut Masih Terjadi di ASL Shipyard”


Batam, investigasi.info  - 

Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa di PT ASL Shipyard Indonesia. Seorang pekerja, Dame Lumban Tobing, meninggal dunia setelah mengalami insiden tragis di area kerja, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Embung Fatimah untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, luka serius yang dialaminya membuat nyawanya tak tertolong.

Informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat aktivitas pengangkutan tabung gas menggunakan forklift. Korban diduga tertabrak alat berat tersebut hingga mengalami patah tulang dan luka parah di bagian kaki.

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya menyebut, kejadian itu terjadi begitu cepat dan minim antisipasi keselamatan. “Ditabrak forklift saat angkut tabung gas. Lukanya parah di kaki,” ujarnya.

Peristiwa ini bukan yang pertama. Justru menjadi bagian dari rangkaian panjang kecelakaan kerja di perusahaan galangan kapal tersebut. Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Ironisnya, insiden ini terjadi tidak lama setelah Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, sebelumnya memberikan peringatan keras kepada manajemen PT ASL Shipyard Indonesia. Bahkan, ancaman penghentian operasional sempat dilontarkan jika persoalan keselamatan kerja tidak segera dibenahi.

Namun realitas di lapangan justru berkata lain.

Kecelakaan demi kecelakaan terus terjadi, seolah peringatan tersebut tidak digubris. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah publik: siapa yang sebenarnya “membekingi” perusahaan ini hingga tetap beroperasi meski insiden berulang terus terjadi?

Apakah ada kelalaian serius yang dibiarkan? Atau justru ada kekuatan tertentu yang membuat perusahaan ini seolah kebal dari tindakan tegas?

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT ASL Shipyard Indonesia belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan oleh keluarga.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas, melainkan menyangkut nyawa manusia. Jika tidak ada tindakan tegas, bukan tidak mungkin korban berikutnya akan kembali berjatuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar