Investigasi info, Kerinci | Jambi – Lonjakan harga material bangunan yang mencapai 50 hingga 60 persen akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) kian dikeluhkan masyarakat Kabupaten Kerinci. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi warga yang tengah membangun rumah maupun pelaku usaha di sektor konstruksi.
Sejumlah bahan bangunan seperti pasir, semen, batu, hingga biaya angkut mengalami kenaikan signifikan. Dampaknya, banyak warga terpaksa menunda pembangunan karena biaya yang membengkak jauh dari rencana awal.
“Sekarang semua serba mahal, material naik drastis. Kami harap ada perhatian serius dari pemerintah,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci dan DPRD Kabupaten Kerinci untuk segera menyikapi persoalan ini secara konkret. Langkah yang diharapkan antara lain pengawasan harga di lapangan, pengendalian distribusi material, hingga mencari solusi agar beban masyarakat tidak semakin berat.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, namun juga memicu lonjakan signifikan harga material konstruksi di Kabupaten Kerinci. Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu sopir dump truk yang sehari-hari mengangkut material bangunan.
Selain itu, warga juga meminta adanya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, termasuk kemungkinan subsidi transportasi atau intervensi harga untuk material tertentu yang sangat dibutuhkan.
Jika tidak segera ditangani, lonjakan harga material ini dikhawatirkan tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Kerinci.
Masyarakat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dapat segera diwujudkan guna menghadirkan solusi nyata demi menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan pembangunan di daerah.*IE*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar