Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Redaksi Investigasi
Kamis, 05 Maret 2026, Maret 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-05T03:13:23Z
Bakteri pada MakananJawa TimurKeracunan MakananKeracunan MassalKeracunan SantriMBGNgawiPemkab NgawiPonpes Al HijrahSantri Dirawat.

Bakteri pada Roti MBG dan Menu Lele Diduga Jadi Penyebab Keracunan Santri di Ponpes Al Hijrah Ngawi

 

Ngawi, investigasi.info
Penyebab keracunan puluhan santri di Pondok Pesantren Al Hijrah di Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, akhirnya terungkap. 

Hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel makanan yang dikonsumsi santri positif terkontaminasi bakteri. 

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyatakan terdapat dua makanan yang dikonsumsi santri terkontaminasi bakteri. Pertama ditemukan pada roti sosis yang merupakan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Karangtengah Prandon dan kedua makanan pondok berupa asem-asem lele.

"Jadi dua-duanya (terkontaminasi bakteri), yakni roti dari MBG maupun asem-asem lele dari makanan pondok sendiri, “ kata Ony saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Hanya saja, menurut Ony, kedua makanan tersebut dikonsumsi pada waktu yang berbeda oleh para santri.

Selain persoalan makanan yang terkontaminasi bakteri, dia menyebut, ketahanan tubuh santri juga memicu peristiwa keracunan. 

Terhadap temuan itu, Ony menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bersama satgas sudah menggelar evaluasi. 

Selain itu, Pemkab Ngawi sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan kasus keracunan MBG yang menimpa para santri Pondok Pesantren Al Hijrah.

Soal penangguhan operasional SPGG yang makanannya kedapatan bakteri, Ony mengatakan, keputusan penghentian sementara itu menjadi kewenangan BGN.

Saat ini, setidaknya terdapat dua SPPG di Kabupaten Ngawi yang berstatus suspend, yakni SPPG Cepoko Ngrambe dan SPPG Kawu Kedunggalar.

Untuk diketahui, puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hijrah di Desa Karangasri, Ngawi, Jawa Timur, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit lantaran diduga mengalami keracunan massal usai menyantap MBG pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Keracunan makanan melanda para santri berawal saat mereka mengkonsumi menu MBG pada Jumat, 13 Februari 2026, pukul 13.00 WIB. Keesokan harinya, para santri mengalami diare, mual, dan pusing. 

Tak lama kemudian, puluhan santri dilarikan ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjut. Para korban kebanyakan dirawat di Puskesmas Padas, Puskesmas Kasreman, Puskesmas Ngawi Purba hingga RSU Geneng.

Sumber : Kompas.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar