Iklan

DAFTAR WARTAWAN DISINI oleh redaksi investigasi
Kamis, 18 Juni 2026, Juni 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-19T02:13:36Z
Budaya AcehDoa BersamaGampong Simpang MatangGle MeundongKearifan lokalKenduri BlangMusim Tanam PadiSamalangaSyukuran PanenTgk Imum MukhlalTradisi LeluhurZikir dan Samadiyah

Menjelang Musim Turun ke Sawah Warga Meunasah Heung Samalanga, Pajoh Bu dalam Siteuk Merupakan Tradisi Kenduri Blang di Kubu Aulia Gle Meundong

Samalanga, Investigasi.info
Masyarakat Samalanga, khususnya warga Gampong Simpang Matang, tetap menjaga tradisi warisan leluhur berupa kenduri blang. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama sebelum memulai musim tanam padi.

Pusat pelaksanaan kenduri blang berlangsung di kawasan makam aulia yang berada di Gle Meundong, Samalanga. Pada hari kamis tgl 18/6/2026.

Acara ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga anak-anak.


Hasil liputan khusus dan wawancara dengan tgk. Imum mukhlal oleh media investigasi info, kenduri blang merupakan wujud syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan limpahan hasil panen padi yang telah diperoleh masyarakat selama ini, ujar Tgk. Imum.

“Acara kenduri ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas rezeki dan hasil panen yang melimpah. Kami juga berharap keberkahan untuk musim tanam berikutnya,” ujar Tgk. Imum Mukhlal.

Ia menjelaskan, seluruh proses memasak dilakukan langsung di lokasi kenduri. Setelah semua menu masakan matang, masyarakat bersama-sama melaksanakan zikir, doa, serta samadiyah sebagai bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Setelah rangkaian doa selesai, seluruh peserta kemudian menikmati hidangan bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Uniknya, wadah makan yang digunakan dalam kenduri ini masih mempertahankan cara tradisional, yaitu menggunakan pelepah pohon pinang yang sudah tua sebagai pengganti piring. Meski sebagian peserta, khususnya anak-anak, membawa piring dari rumah, mayoritas masyarakat tetap menggunakan pelepah pinang sebagai simbol kesederhanaan dan kearifan lokal.

Tradisi kenduri blang ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Simpang Matang.


Liputan: (Tarmizi) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar